Cahaya Melukis Warna pada Tubuh Burung
Burung merupakan makhluk hidup yang
memiliki nilai estetika paling tinggi di dunia karena berbagai warna dan corak
pada tubuhnya, terutama burung jantan. Warna pada bulu burung jantan tujuannya
adalah menarik perhatian betina, namun beberapa jenis burung betinanya memiliki
warna yang tidak kalah menarik dengan jantan, contohnya love birds.
Namun tahukah kamu darimana asal warna pada bulu burung muncul?
Istilah
“warna” pada dasarnya mendefinisikan persepsi yang manusia lihat. Warna dapat
dihasilkan karena pantulan gelombang cahaya tertentu ke permukaan benda. Pada
bulu burung, terdapat dua jenis mekanisme untuk menghasilkan warna yaitu
pigmentasi dan struktur.
Pigmen
Pigmen merupakan komponen kimia yang
dapat menyerap panjang gelombang cahaya tampak tertentu sehingga memantulkan
cahaya lain ke permukaan, cahaya yang dipantulkan akan menyebar sehingga
memunculkan warna. Pada bulu burung pigmen sering disebut dengan biopigmen. Biopigmen
dapat menunjukkan absorbansi di bawah pencahayaan UV—ada biopigmen yang tampak
gelap, kusam, dan kontras rendah, ada juga yang menunjukkan pendaran sehingga
terlihat lebih cerah, lebih berwarna atau sangat kontras. Pendaran merupakan
hasil dari penyerapan radiasi elektromagnetik pada satu panjang gelombang.
Menurut penelitian, pendaran ini diperkirakan merupakan pensinyalan atau penanda
spesies karena burung dapat melihat dalam jarak energi elektromagnetik yang
berbeda dari penglihatan manusia. Terdapat 4 jenis biopigmen pada burung, yaitu
carotenoid, melanin, psittacovulnis, dan porphyrin.
Karotenoid
Karotenoid dibagi menjadi dua kelompok
yaitu xanthophyll A yang mengandung oksigen, dan beta-caroten yang tidak
mengandung oksigen. Carotenoid menghasilkan warna merah, kuning, dan jingga
pada bulu banyak spesies burung. Jika diamati dibawah sinar UV, carotenoid
dapat berpendar. Biopigmen ini didapatkan melalui diet (makanan) dan terdeposit
di lipoid droplets pada sel dari folikel bulu. Karotenoid dapat berperan
sebagai antioksidan dan melindungi keratin. Hal ini berkorelasi dengan fungsi
karotenoid pada tanaman dalam melindungi klorofil dari oksidasi. Contoh pigmen
karotenoid dapat diamati pada burung flamingo, ketika masih muda memiliki
flamingo memiliki warna tubuh abu-abu, namun karena diet yang mengandung banyak
karotenoid (crustacea dan plankton), flamingo akan menjadi warna pink.
Flamingo muda (abu-abu) dan dewasa
(pink) memiliki perbedaan warna tubuh.
[Sumber: pinterest.com]
Melanin
Melanin merupakan pigmen paling umum
pada bulu. Biopigmen ini dapat melindungi tubuh dari paparan sinar UV.
Melanisasi tidak bergantung pada makanan. Melanin menghasilkan warna cokelat,
hitam, kekuningan, atau cokelat kemerahan pada bulu. Melanin dihasilkan oleh
organel melanosom dalam sel khusus yang disebut melanosit, kemudian melanin
terdeposit di sel epitel bulu. Semua bulu yang mengalami melanisasi memiliki
eumelanin dan phaeomelanin. Komposisi jumlah eumelanin dan phaeomelanin
menyebabkan perbedaan tingkat warna melanin. Eumelanin menghasilkan warna
cokelat tua hingga hitam sedangkan phaeomelanin menghasilkan warna cokelat
pucat hingga kekuningan. Phaeomelanin lebih rentan terhadap paparan sinar UV.
Namun, semakin besar paparan sinar UV maka produksi melanin akan semakin banyak
karena berfungsi untuk melindungi bulu dari sinar UV dan stress oksidatif.
Burung Gagak Hitam
[Sumber: ebird.org]
Psitacovulnis
Psittacovulnis merupakan pigmen
berwarna merah terang, jingga, dan kuning pada burung ordo Psittaciformes yaitu
burung beo, burung kakatua, dan lorikeet. Pigmen psittacovulins tidak
bergantung pada makanan. Pigmen ini terbentuk langsung pada sitoplasma sel yang
mengalami keratinisasi. Jika diamati melalui sinar UV, pancaran cahaya pigmen psittacovulins
dan karotenoid tidak memiliki perbedaan, keduanya dapat berpendar sehingga
sangat sulit membedakannya.
Gradasi warna warni pada burung beo.
[Sumber: needpix.com]
Porphyrins
Porphyrins dimiliki oleh beberapa
ordo burung termasuk burung hantu dan bustards. Biopigmen ini menghasilkan
warna pink, berbagai gradasi coklat, merah, dan hijau serta dapat berpendar
merah dibawah sinar UV. Terdapat dua kelas dari porphyrins yang digunakan dalam
biopigmen burung yaitu porphyrin alami dan metalloporphyrins. Metalloporphyrins
merupakan porphyrin dengan tambahan zat besi atau tembaga contohnya turacin
merupakan biopigmen yang dapat menghasilkan warna merah dan hijau pada family
burung turacos dan turacoverdin. Turacoverdin merupakan satu-satunya burung
yang tercatat memiliki pigmen warna hijau. Biasanya, pigmen warna hijau pada
burung lain disebabkan oleh gabungan pigmen biru dan kuning, contohnya kuning
xantophyl dengan melanin cokelat.
Burung Turacos
[Sumber: wrs.com.sg]
Warna Struktural
Warna struktural dihasilkan dari
cabang-cabang dan filamen bulu (barbs dan barbule) yang dapat
memecah panjang gelombang yang berbeda untuk menghasilkan warna dan efek pada
bulu seperti contohnya mengkilat. Contoh paling dasar, burung merpati putih
tidak memiliki pigmen pada lapisan keratin di bagian barbs. Intensitas
dan terangnya warna putih bergantung pada penyebaran cahaya oleh vakuola udara
di dalam sel lapisan keratin. Untuk menghasilkan warna biru, vakuola udara yang
berada dibawah lapisan keratin menyebarkan cahaya lain dan hanya memantulkan
gelombang cahaya warna biru. Melanin juga membantu membelokkan cahaya di bawah
lapisan keratin agar cahaya yang dipantulkan tidak terganggu dari arah
datangnya cahaya dari sisi lain.
Diagram pembelokan cahaya oleh
vakuola udara di dalam lapisan keratin sehingga memantulkan cahaya biru.
Jurnal Utama
Riedler, R.,C. Pesme,
J. Druzik, M. Gleeson & E. Pearlstein. 2014. A review of color-producing
mechanisms in feathers and their influence on preventive conservation
strategies. Journal of the American Institute for Conservation, 53(1):
44—65.





Comments
Post a Comment